Jumat, 26 Januari 2018

Cara Mengobati Kucing Dengan Baik

0 komentar

Ikuti 8 Cara Mengobati Kucing Demam yang Manjur ini!

Bagaimana cara mengobati kucing demam? Hai para catlovers yang baik hatinya semoga selalu dalam keadaan sehat selalu. Perlu kalian ketahui dalam megobati kucing yang sedang terkena demam terkadang kita menemui beberapa masalah yang berhubungan dengan kesehatan kucing.
Sebagai contoh yaitu kucing yang mengalami panas atau demam. Nah perlu catlovers ketahui gejala demam yang di alami oleh si kucing ini biasa juga disebut pyrexia dan Suhu tubuh normal pada badan kucing kurang lebih sekitar 37-39 derajat celcius.
Teman-teman catlovers bisa mengecek kondisi tubuh kucing menggunakan thermometer supaya lebih mudah untuk mengetahui suhu tubuh kucing. Tubuh kucing yang sedang melawan penyakit merupakan penyebab kucing mengalami demam dan panas.
Memang betul pada dasarnya solusi terbaik untuk kucing yang sedang terkena demam yaitu dibawa ke dokter hewan tapi
terkadang kita sebagai pemelihara kucing mempunyai beberapa kendala untuk membawa sikucing ini ke dokter ketika demam entah itu disebabkan oleh kesibukan duniawi kita maupun yang lainnya.
So mengakibatkan kita jarang membawa si kucing ke dokter secara tepat.

Penyebab Kucing Demam


Cara Mengobati Kucing yang Demam

Pada dasarnya ada dua penyebab pengikatan suhu tubuh kucing. Yang pertama yaitu pyrexia dan
yang kedua yaitu hipertermia.
Pyrexia pada kucing ini disebabkan karena tubuh sikucing secara alami sedang bekerja keras merawan penyakit didalam tubuhnya, semakin keras kerja tubuh sikucing semakin panas pula badannya.
Dan tentunya akan merugikan bagi tubuh sikucing dan mengakibatkan beberapa kerusakan organ termasuk kerusakan otak kucing tersebut.
Nah sedangkan Hipertermia cenderung disebabkan karena paparan suhu panas yang terlalu berlebihan. Apabila hal ini dibiarkan maka akan berdampak pada kesehatan tubuh kucing kesayangan para catlovers terutama pada otak kucing kesayangan catlovers.

Cara Mengobati Kucing Demam

1. Memberikan air putih yang cukup pada kucing
Meskipun sekedar memberikan air minum tetapi hal ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi
pada sikucing ketika kucing sedang mengalami demam.
Para catlovers bisa menyediakan air minum yang cukup banyak pada sikucing. Karena hal ini merupakan salah satu tips untuk mengatasi kucing yang terkena demam.

2. Mendinginkan tubuh kucing
Pasti teman-teman catlovers ini bertanya
”kok mendinginkan tubuh kucing bisa mengobati kucing sakit demam (?) dan caranya bagaimana (?)”
Nah perlu teman-teman ketahui hal ini juga merupakan salah satu cara alternatif selain menggunakan obat yaitu dengan cara mendinginkan suhu tubuh kucing yang terkena demam.
Caranya bagaimana? Caranya seperti ini teman-teman catlovers tinggal bawa aja si kucing ke tempat dengan udara yang sejuk atau dengan melakukan kipas angin ke tubuh kucing.
Tetapi apabila tubuh kucing masih kuran dingin teman-teman bisa memberikan bantalan es pada tubuh si ucing atau cakar kucing. Nah ketika kucing tidak berontak atau rewel.
Coba mulai membasuhkan tubuhnya dengan air karena penguapan juga cukup efektif mendinginkan
suhu badan kucing yang berlebihan.

3. Memberi Suplemen Energi dan Vitamin B
Sebelum para catlovers memberikan si kucing obat-obatan ada baiknya teman-teman memberikan
suplement energi terlebihd ahulu dan vitamin B untuk meningkatkan nafsu makan kucing para
catlovers.
Karena pada umumnya kucing tidak napsu makan karena badan kucing yang kurang sehat. Jika hal ini dibiarkan kasian kondisi tubuh si kucing dong? Bisa semakin memburuk.
Selain untuk menambah nafsu makan si kucing suplemen energi dan vitamin B bisa juga untuk memberikan nutrisi yang lebih. Biasanya tidak didapatkan pada makanan kucing biasanya.

4. Tingkatkan Nasu makan si Kucing
Kucing-kucing para catlovers pasti susah untuk makan ketika sedang sakit bukan? Nah disitu kasih sayang kita sebagai catlovers yang budiman harus ditunjukan kepada si kucing, berusaha untuk memberikan semangat kepada si kucing agar kucing cepat sembuh.
Karena asupan makanan banyak memang menjadi sumber energi utama pada kesehatan kucing.

5. Memilih obat untuk kucing demam yang aman
Nah selain menggunakan cara alternatif diatas, para catlovers bisa juga nih dengan memberikan obat kucing demam dan flu yang baik, salah satu obatnya adalah tolfenamic acid.
Kenapa obat tersebut?
Selain bisa menangani berbagai permasalahan demam termasuk tumor,infkesi,trauma dan jenis penyakit kucing lainnya.
Obat kucing demam panas Tolfenaminc acid bisa juga diberikan kepada kucing yang terkena demam dengan dosis 1 tablet untuk jangka waktu seisar 3 sampai 5 hari dan khusus untuk berat badan kucing yang kurang lebih antara 1,5kg bisa diberikan 1 tablet perhari.
Nah kalau kucing para catlovers memiliki berat badan mencapai 4 sampai 5 kg. Teman-teman bisa memberikan 3 tablet
dalam seharinya. Tapi perlu teman-teman ingat obat “ Diberikan secukupnya saja ya, jangan berlebihan”.

6. Gunakan Obat Meloxicam
Selain menggunakan obat Tolfenamic acid, obat ini (meloxicam) merupakan obat yang cukup efektif
untuk meredakan demam kucing loh catlovers! Berikan kira-kira 1,5mg/ml setelah makan.
Nah yang ini hal yang mesti para catlovers ingat! Perhatikan dosisnya ya! Agar nanti tidak terjadi overdosis pada si kucing.
Perlu catlovers pehatikan meberikan meloxicam pada kucing kurang lebih sekitaar 0,5mg/ml supaya tidak over dosis dan satu hal lagi yang perlu catlovers ingat!
Jika kucing kekurangan cairan teman-teman jangan memberkan obat meloxicam.
Karena bisa berakibat sangat fatal dan berdampak pada gagal ginjal yang disebabkan karena kekurangan cairan sehingga fungsi pada ginjal menjadi lebih lemah dan juga pasokan darah pada ginjal kucing tersebut berkurang.

7. Istirahatkan si kucing
Nah tips ini merupakan salah satu tips yang cukup penting nih para catlovers, setelah tahu cara mengobati kucing demam dengan berbagai cara diatas.
Teman-teman juga harus sering-sering mengistirahatkan si kucing, jangan biarkan si kucing terlalu sering bergerak , pijit-pijit kucing agar membantu peredaran darah kucing dan meempercepat proses penyembuhan.

8. Bawa ke dokter hewan
Nah cara yang terakhir ini pasti para catlovers sudah sangat familiar membacanya. Yap bawa ke dokter hewan adalah cara jitu terakhir jika semua yang dilakukan sudah tidak memiliki harapan lagi.
Setidaknya para catlovers menunggu waktu 24jam untuk diobati sendiri dirumah tanpa ke dokter hewan terlebih dahulu kan?
Apabila dalam jangka waktu 1 hari tidak memberikan efek positif pada si kucing, segeralah bawa kedokter hewan terdekat di kota teman-teman cat loveras supaya segera dapat ditangani dengan cepat.
Nah teman-teman catlovers itulah Beberapa tips cara mengobati kucing demam.
Semoga dengan artikel ini teman-teman catlovers bisa lebih perhatian lagi terhadap hewan peliharan kita yang lucu ini (kucing) karena pada dasarnya sehat itu mahal. Jadi rawat tubuh teman-teman catlovers dan kucingnya dengan baik ya
Read full post »

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

0 komentar
Saat kita memutuskan untuk memelihara kucing, terutama kucing betina, kita sudah harus siap menerima skenario terburuknya. Terutama saat induk kucing mati saat melahirkan. Meski hal ini jarang terjadi, tapi bisa saja hal ini terjadi dalam kehidupam kucing anda. Apakah Anda pernah membayangkan suatu hari nanti Anda terpaksa harus mengurus anak kucing anda yang baru lahir? Apa yang akan terjadi jika induk kucing anda hilang atau dalam skenario terburuknya induk kucing mati? Bisakah kita mengurus dan merawat anak kucing baru lahir? Apakah Anda punya ide dan wawasan serta pengalaman apa yang harus dilakukan untuk membantu makhluk-makhluk kecil ini agar bisa bertahan hidup tanpa ASIK (Air Susu Induk Kucing)? Jika jawaban Anda ternyata “tidak”, silahkan terus baca artikel ini. Anda akan segera mengetahui bagaimana cara merawat anak kucing baru lahir.
Saat induk kucing melahirkan, mereka cenderung memiliki anak kucing lebih dari satu. Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada induk kucing, maka kehidupan mereka tergantung pada Anda. Apa yang harus Anda lakukan?
Pertama: Tetap Hangat
Bayi tidak bisa menghasilkan cukup panas untuk tubuhnya sendiri untuk membuat mereka bertahan hidup sampai mereka berusia 3 sampai 4 minggu. Cara membuat mereka tetap hangat adalah dengan menempatkan anak kucing baru lahir dalam kotak yang kokoh atau bisa juga dengan menggunakan wadah plastik. Wadah plastik bekerja baik karena bisa dengan mudah anda cuci. Tempatkan dalam kotak atau wadah itu selimut hangat yang lembut yang bisa anda dapatkan dari kain atau handuk bekas.
Kedua: Selimut Bulu
Apakah Anda memiliki selimut bayi tua yang sudah tidak terpakai? Tempatkan kain ini untuk membuat mereka tetap hangat dan tempatkan juga selimut dari kain tipis diatas handuk. Anda bisa menempatkan beberapa botol yang di isi dengan air hangat di antara anak kucing itu. Hal ini untuk menggantikan panas tubuh induknya. Tapi jangan terlalu panas karena bisa membakar kulit anak kucing yang baru lahir itu. Letakkan botol di bawah selimut sehingga anak kucing tidak bersentuhan langsung pada botol itu.
Jangan biarkan botol mendingin karena jika suhu anak kucing turun dengan cepat ini bisa menjadi kematian bagi anak kucing yang baru lahir itu. Hanya sekedar saran, sebaiknya atur atau nyalakan timer atau jam alarm untuk membantu Anda mengingat kapan anda harus menggantu air panas dalam botol. Bantal pemanas juga bisa anda gunakan sebagai pengganti botol air panas jika Anda memang memilikinya. Letakanlah dibawah selimut.
Ketiga: Beri Makan Menggunakan Botol Khusus Bayi
Satu dengan p uting yang sangat kecil di atasnya. Anak kucing baru lahir membutuhkan formula khusus kucing untuk makan. Formula ini harus diberikan kepada anak kucing setiap dua jam untuk minggu pertama kehidupannya dan setiap tiga sampai empat jam sesudahnya. Anda bisa membelinya di kantor atau tempat praktek dokter hewan atau toko hewan peliharaan. Ikutilah petunjuk penggunaan. Setiap kucing biasanya membutuhkan jumlah makanan yang berbeda jadi berikan makanan yang pas. Jangan paksa anak kucing untuk memakan makanan mereka melebih jumlah yang disarankan.
Keempat: Pijat Perut Kucing
Sebelum dan sesudah makan Anda harus memijat perut anak kucing dan area genital untuk mendorong kucing agar BAB atau BAK. Hal ini akan merangsang organ mereka dan sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup anak kucing baru lahir. Lakukan hal ini dengan bola kapas yang dibasahi dengan air hangat. Tentu anda pernah melihat induk kucing yang menjilati anaknya, sebenarnya hal ini dilakukan untuk merangsang hal ini. Saya yakin Anda pasti berpikir kalau induk mereka melakukan itu untuk membersihkan tubuh anaknya.
Kelima: Anak Kucing Tersedak
Jika anak kucing Anda tersedak susu, segera balikan badannya sampai tersedaknya mereda. Anda bisa sedikit memijat punggungnya seperti yang Anda lakukan pada manusia dengan cara menekannya secara ringan. Hal ini dilakukan untuk membantu mengeluarkan susu dari paru-parunya. Jika anak kucing tidak juga menanggapi hal ini Anda bisa menahan dengan kuat di kedua tangannya menggunakan jari telunjuk Anda untuk mendukung leher, dan gending kucing beberapa kali. Harap berhati-hati saat melakukan prosedur ini karena bisa saja anak kucing terlepas dan terlempar dari tangan Anda atau bahkan anda bisa saja mematahkan batang lehernya. Metode ini digunakan untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru mereka sampai mereka menangis dan mulai bisa bernapas sendiri.
Anak kucing baru lahir biasanya akan menangis saat mereka lapar atau sedang dalam kesulitan lainnya. Pastikan anda selalu mendengarkan setiap teriakan atau tangisan mereka. Namun, kucing yang terlalu tenang juga bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Jangan abaikan tanda ini.
Segera mengambil tindakan. Tanyakan pada diri Anda melalui beberapa pertanyaan dibawah ini:
Apakah suhunya dingin?
Apakah anak kucing sudah BAK atau BAB?
Apakah anak kucing sudah makan atau minum susu?
Periksa kucing anda apakah sedang lesu? Jika Anda tidak yakin dengan apa yang salah dengan anak kucing baru lahir, atau Anda tidak bisa mengatasi hal ini mungkin anda bisa memanggil dokter hewan. Dokter hewan adalah profesional yang siap menjaga bayi anak kucing baru lahir anda tetap hangat dan sehat.
Jika bayi mulai merasakan sedikit lesu Anda bisa memberikan satu atau dua tetes sirup Karo untuk merangsangnya makan. Sering memberikan sedikit gula juga bisa menjadi alternatif. Jika tidak juga mengatasi masalah, segera bawa ke dokter hewan.
Jaga anak kucing Anda tetap bersih dan kering. Ini adalah langkah yang sangat penting bagi kesehatan anak kucing anda yang baru lahir. Anda harus mengganti selimutnya setidaknya sekali dalam sehari. Hal ini dilakukan karena induk mereka tidak ada untuk menyeka dan membersihkan semua kotoran yang ada pada bulu anak kucing. Saat membersihkan, jangan sampai terkena mata dan wajah. Dan juga, gunakan pencuci kain basah yang hangat untuk melakukan hal ini.
Jika anak-anak kucing baru lahir yang sudah Anda rawat sudah sehat setelah sekitar empat minggu anda rawat tanpa pernah diperiksa ke dokter hewan, mungkin ada baiknya jika sesekali membawa anak kucing anda untuk berkunjung ke dokter hewan. Kebanyakan dokter hewan akan memberikan diskon khusus untuk perawatan anak kucing baru lahir.
Vaksin dan obat cacing juga tersedia untuk anak kucing baru lahir anda. Setelah sejauh ini Anda berhasil, jangan buat kesalahan dan jangan pernah mengabaikan perawatan anda terhadap masa depan anak kucing anda. Karena pada saat ini seharusnya anak kucing anda sudah jauh lebih mudah untuk dirawat dan Anda bahkan sudah bisa mulai melatih anak kucing anda.
Read full post »

Cara Mengajarkan Anak Kucing Tidak Pup Sembarangan

0 komentar
  1. 1
    Pilih kotak kotoran yang besar. Memang ada kotak berukuran kecil untuk anak kucing, tetapi anak kucing akan tumbuh dengan begitu cepat sehingga tidak lama setelah Anda memperkenalkannya kepada kotak tersebut, Anda sudah harus menggantinya lagi. Jika Anda mengganti kotak kotoran, Anda harus mengajari kucing tersebut lagi, jadi sebaiknya Anda mulai dengan kotak yang akan Anda gunakan dalam waktu lama.
    • Kucing tidak kesulitan untuk masuk ke kotak kotoran yang besar selama salah satu sisinya cukup rendah sehingga dia bisa melangkah masuk. Jika Anda menemukan kotak yang bagus tetapi tidak yakin apakah anak kucing tersebut bisa memanjat ke dalamnya atau tidak, gunakan kayu atau bahan dengan permukaan lainnya sebagai pijakan yang landai. Tempelkan ke sisi kotak kotoran dengan selotip, dan lepaskan saat anak kucing Anda sudah cukup besar untuk masuk tanpa bantuan pijakan tersebut.
  2. 2
    Pilih kotak kotoran yang tertutup. Beberapa kotak kotoran memiliki tutup di sekelilingnya. Kotak kotoran seperti ini cocok untuk menahan pasir dan kotoran kucing yang suka menggali/mendorong sekaligus menghalangi bau untuk keluar jika Anda tinggal di tempat yang kecil. Beberapa kucing juga merasa terlindungi dengan kotak yang tertutup seperti itu.[2]
    • Pastikan kotak kotoran yang tertutup itu berukuran besar karena kucing perlu ruang cukup besar untuk berputar dengan nyaman di dalamnya. Kebanyakan kucing memiliki kebiasaan untuk mengendus kotoran sebelum menguburnya. Oleh karena itu, kotak kotoran harus cukup besar untuk dia bisa melakukannya.[3]
    • Beberapa kucing tidak menyukai kotak yang tertutup saat pertama kali diperkenalkan kepadanya. Anda bisa mempermudah transisi ini dengan melepaskan pintu sampai kucing Anda terbiasa kepada kotak tersebut.
  3. 3
    Beli pasir untuk anak kucing. Ada banyak jenis pasir yang bisa dipilih dan pasir apa pun bisa digunakan untuk kebanyakan kucing remaja atau dewasa (8 bulan ke atas). Pilih pasir yang sebisa mungkin tidak memiliki debu karena debu bisa mengiritasi paru-paru kucing.[4] Beberapa faktor ini bisa menjadi pertimbangan saat memilih pasir kucing:
    • Gunakan pasir yang tidak wangi jika memungkinkan. Ada kemungkinan anak kucing dan kucing tidak menyukai pasir yang wangi. Jika aromanya terlalu kuat, bisa-bisa dia malah buang air di tempat lain.[5] Selain itu, beberapa aroma bisa mengiritasi hidung dan mata kucing atau menyebabkan masalah bagi kucing yang cenderung memiliki masalah pernapasan.
    • Coba gunakan pasir yang bisa diserok atau scoopable litter. Pasir yang bisa diserok menjadi pilihan yang populer karena kotoran kucing dibuang dengan mudah. Ada kecemasan bahwa kucing bisa sakit karena mengonsumsi pasir yang bisa diserok ini, akan tetapi hanya sedikit bukti atau bahkan tidak ada bukti sama sekali yang menegaskannya.[6][7]
    • Pilih pasir kucing yang banyak tersedia. Beberapa kucing terbiasa kepada pasir tertentu dan bisa tidak mengenali kotak kotorannya jika tidak berisi pasir yang sama.
  4. 4
    Beli alat untuk menyerok serta kain. Hal terakhir yang harus Anda siapkan untuk melatih kucing Anda buang air adalah alat menyerok untuk membuang kotoran dari kotak kotoran serta kain yang ditaruh di bawah kotak untuk mencegah pasir kucing berceceran di lantai rumah Anda.

2
Memperkenalkan Kotak Kotoran pada Anak Kucing

  1. 1
    Taruh kotak di tempat yang tenang. Jangan taruh di area yang sering dilalui seperti dapur atau area depan rumah. Tempat yang ideal untuk menaruh kotak kotoran adalah tempat yang mudah diakses, tidak terlalu ramai, dan bebas dari kebisingan yang bisa tiba-tiba muncul dan menakuti anak kucing Anda.[8]
    • Walaupun ruang cuci menjadi pilihan populer untuk menaruh kotak kotoran karena tidak terlalu sering dilalui jika dibandingkan area lainnya di kebanyakan rumah, suara yang bisa tiba-tiba terdengar dari mesin cuci atau mesin pengering bisa mengagetkan anak kucing Anda dan membuatnya tidak berani menggunakan kotak kotoran.[9]
    • Sebaiknya kotak kotoran tersebut berada di area di mana anak kucing Anda banyak menghabiskan waktu. Anak kucing tersebut seharusnya bisa melihat kotak tersebut kapan saja sehingga dia bisa langsung menggunakannya kapan pun dibutuhkan.
    • Anak kucing dan kucing dewasa menyukai sedikit privasi. Jika tidak memiliki privasi, bisa-bisa mereka buang air di belakang sofa atau di sudut yang tersembunyi lainnya.[10]
    • Jika Anda baru mulai melatih anak kucing tetapi harus memindahkan kotak kotoran, lakukan secara perlahan, beberapa meter setiap harinya. Memindahkan kotak ke ruangan berbeda keesokan harinya bisa membingungkan anak kucing Anda dan menuntunnya buang air di tempat lain. Anda bisa menaruh mangkuk makanannya di tempat kotak tersebut dahulu berada karena kebanyakan kucing keberatan buang air di tempat mereka makan.
  2. 2
    Taruh anak kucing di kotak kotoran yang berisi pasir. Saat Anda membawa kucing pulang, taruh dia di dalam kotak sehingga dia bisa terbiasa dengan aroma dan sensasinya. Biarkan dia menghabiskan beberapa menit di sana, walaupun dia tidak merasa perlu membuang air. Terus taruh kucing Anda di kotak kotoran tersebut setelah dia makan, bangun tidur, atau di waktu lain saat Anda merasa dia harus buang air. Selain itu, jika dia berjongkok di tempat selain kotak kotoran, pindahkan dia ke dalam kotak kotoran dengan segera.
    • Beberapa anak kucing akan langsung memahami fungsi dari kotak kotoran dan tidak perlu diajarkan lebih lanjut. Beberapa kucing lainnya harus ditaruh ke dalam kotak kotoran sesering mungkin seperti sepuluh kali sehari sebelum mereka mengetahuinya.
    • Sebaiknya Anda tidak mencoba "menunjukkan" cara menggali kepada anak kucing Anda seperti yang biasa kucing lakukan untuk mengubur kotorannya, karena hal ini dapat membuatnya takut. Jadi, sebaiknya Anda menghindari keinginan untuk meraih tangannya dan membantunya mengubur kotoran.[11]
  3. 3
    Gunakan pujian, bukan hukuman. Saat anak kucing Anda terbiasa menggunakan kotak kotoran, beri pujian kepadanya setiap dia melakukannya dengan mengelusnya dan mengeluarkan suara yang menenangkannya. Jangan menghukumnya saat dia berada di dalam kotak karena bisa-bisa dia merasa bahwa dia berada di dalam kotak karena dihukum.[12]
    • Anak kucing tidak suka jika hidung mereka digesekkan di kekacauan yang mereka buat di luar kotak kotoran. Jika dia buang air di luar kotak, buat dia mengendus kotorannya, kemudian angkat dia dengan lembut dan taruh di dalam kotak kotoran sehingga dia tahu harus ke mana jika ingin buang air lagi.
    • Jangan pernah pukul atau membentak kucing untuk menghukumnya. Bisa-bisa dia malah takut kepada Anda.
  4. 4
    Sediakan kotak kotoran yang cukup. Jika memungkinkan, sebaiknya Anda menyediakan satu kotak kotoran untuk masing-masing kucing di rumah, ditambah satu kotak kotoran tambahan.
    • Contohnya, sebaiknya satu anak kucing memiliki 2 kotak kotoran. Jika Anda punya tiga kucing, sebaiknya Anda menyediakan empat kotak kotoran.
  5. 5
    Coba untuk mengurungnya dalam periode tertentu. Saat Anda baru membawa anak kucing pulang, sebaiknya Anda mengurungnya di area kecil selama beberapa minggu pertama. Ini bisa membantunya membiasakan diri dengan perlahan kepada lingkungan barunya dan memberikan akses yang mudah ke kotak kotorannya serta membantu meminimalisir atau membatasi area di mana dia bisa buang air sembarangan.[13]
    • Sebaiknya Anda mengurung anak kucing di area tanpa karpet sehingga Anda bisa mudah membersihkan saat dia buang air sembarangan.
    • Taruh kotak kotoran, makanan kucing, dan tempat tidur di ujung yang berbeda di area pengurungan ini.[14]
  1. 1
    Bersihkan kotak kotoran setiap hari. Anak kucing tidak suka buang air di area kotor. Jika Anda tidak mengganti pasir dalam kotak kotoran, anak kucing Anda akan mencari tempat yang lebih bersih seperti karpet dan membuang air di sana.
    • Serok kotoran dan singkirkan dari kotak untuk membersihkan kotak kotoran ini. Taruh kotoran tersebut dalam kantung kecil, ikat kantung tersebut dan buang.
    • Anda bisa membiarkan sepotong kecil kotoran di kotak kotoran (dengan menggantinya dengan rutin) di beberapa minggu pertama. Hal ini membantu anak kucing untuk mengenali fungsi dari kotak tersebut.
  2. 2
    Bersihkan seluruh kotak kotoran dengan rutin. Anda harus membersihkan kotak kotoran dengan saksama sekitar satu minggu sekali. Buang isi dari kotak kotoran dan bersihkan. Saat kotak tersebut kosong, cuci dengan cairan pembersih yang tidak berbahaya (atau air sabun hangat), lalu bilas kotak, keringkan, dan isi lagi dengan pasir bersih.[15]
    • Anda bisa tergoda untuk membiarkan pasir yang bisa diserok lebih lama dari satu minggu karena penggunaannya membuat Anda mudah untuk membuang kotoran kucing. Akan tetapi, pasir seperti ini juga harus dibuang seluruhnya dan diganti dengan rutin.
  3. 3
    Bersihkan tempat di mana kucing Anda membuang air sembarangan dengan saksama. Jika anak kucing atau kucing Anda buang air di luar kotak kotoran, pastikan Anda membersihkan area tersebut dengan saksama dan menyingkirkan seluruh jejak urine atau feses. Ini mengurangi kemungkinan kucing Anda kembali buang air di tempat yang sama.[16]
  4. 4
    Coba singkirkan pot tanaman yang besar dari dalam rumah. Jika Anda mendapati anak kucing Anda menggunakan tanah di pot tersebut untuk buang air, sebaiknya Anda mengeluarkan pot tersebut atau menutupi tanah dengan kertas timah saat dia masih belajar untuk buang air di tempatnya. Anak kucing mengubur kotorannya secara naluriah, jadi mereka bisa tertarik kepada tanah atau area berpasir. Pastikan kotak kotoran yang Anda sediakan merupakan satu-satunya tempat di rumah di mana mereka ingin membuang air.
  5. 5
    Beri makan anak kucing Anda di waktu yang terjadwal. Ini bisa membantu Anda memprediksi kapan dia perlu menggunakan kotak kotoran. Biasanya anak kucing merasa ingin buang air 20 menit setelah makan. Saat Anda merasa dia kepingin buang air, bawa dia mendekat ke kotak kotoran dan biarkan dia memanjatnya.
Read full post »

Cara Merawat Bayi Kucing

0 komentar

20 Cara Merawat Bayi Kucing agar Tumbuh Sehat


Bagi anda pencinta kucing memiliki bayi kucing adalah hal yang sangat menggembirakan. Melihat bayi-bayi kucing yang imut dan lucu merupakan kesenangan tersendiri. Namun sebagai pemilik anda juga harus tahu cara memperlakukan bayi-bayi kucing tersebut karena tentu perlakuan kepada mereka sangat berbeda dengan perlakuan terhadap kucing dewasa. Apalagi jika induknya tidak ada, apakah meninggal atau anda temukan dalam kondisi yatim, tentu anda harus memberikan perhatian ekstra padanya karena dia belum bisa apa-apa dan masih belum bisa mencari makan sendiri.
ads
Usia 1 hingga 3 bulan merupakan usia krusial dimana bayi kucing baru mulai tumbuh dan masih sangat bergantung pada induknya sehingga sebenarnya anda tidak perlu terlalu ikut campur dan cukup mengawasinya saja. Namun lain halnya bila bayi kucing tidak memiliki induk. Anda harus benar-benar berperan sebagai pengganti induknya dan mengurusi mulai dari makan, membersihkan, hingga mengajarinya buang air. Untuk itu kali ini arenahewan.com akan menjelaskan mengenai 20 cara merawat bayi kucing agar tumbuh sehat yang bisa menjadi referensi bagi anda yang baru memiliki bayi kucing dan belum berpengalaman merawatnya.
1. Jaga suhu kandang atau ruangan agar tetap hangat
Ketika anda mempersiapkan kandang untuk bayi kucing maka perhatikan suhu kandang dan jaga agar tetap hangat karena bayi kucing terutama yang baru lahir masih rentan dan tidak tahan terhadap udara yang terlalu dingin atau panas. Bila perlu pasang bohlam pijar di dalam kandangnya untuk menghangatkan si bayi kucing. kandang kucing perlu ditempatkan di tempat hangat karena suhu kucing terbilang tidak tahan dingin. Apabila hujan, usahakan dipindahkan ke tempat yang hangat agar suhu kucing tetap terjaga dan stabil.

2. Bantu membersihkan sisa plasenta pada induk kucing
Meskipun induk kucing mampu melahirkan sendiri dan membersihkan tubuhnya namun terkadang masih ada sisa-sisa plasenta yang tertinggal pada tubuh bayi kucing dan si induk tidak mau mendekat. Anda dapat membantu membersihkannya dengan cara menggunting sisa-sisa plasenta tersebut sehingga tubuh bayi kucing menjadi bersih dan induknya mau mendekat. Hal ini juga membantu induk kucing untuk mau menyusui lebih cepat.
3. Tempatkan ia bersama induknya dan jangan dipisahkan
Karena ia masih sangat bergantung pada induknya maka biarkan ia tetap bersama induknya sehingga induknya dapat menyusui, membersihkan, dan memberinya rasa hangat. Selain itu, tempatkan induk kucing dan bayinya di dalam kandang yang ukurannya lebih luas agar induknya leluasa bergerak saat menjaga bayinya.

4. Jangan dipegang dulu pada usia di bawah 1 minggu
Selain itu sebaiknya anda sebagai pemilik jangan dulu memegang si bayi kucing karena biasanya induknya akan marah. Anda baru boleh dan dianjurkan memegangnya ketika usianya diatas 2 hingga 7 minggu sehingga ia terbiasa disentuh oleh manusia. Namun, terdapat pengecualian terhadap kucing yang sudah terbiasa dengan bau manusia, ataupun bau kita. Akan lebih baik, membiarkan bau kita sudah berada di bayi kucing tersebut. Karena, ini juga mencegah kucing tidak mudah memindahkan anaknya ke tempat yang tidak kita ketahui.
5. Pastikan bayi kucing disusui oleh induknya
Hal ini penting karena bayi kucing terutama yang baru lahir hanya mengonsumsi susu. Selain itu layaknya manusia induk kucing yang baru melahirkan menghasilkan air susu yang mengandung colostrum yang sangat baik bagi kekebalan tubuh bayi kucing karena mengandung protein, antibodi, vitamin D, dan vitamin A sehingga bayi kucing memiliki kekebalan tubuh yang baik. Apabila anda merawat bayi kucing tanpa induk, usahakan memberikan susu tawar. Hal ini dikarenakan bayi kucing lebih mudah mencerna rasa tawar dibandingkan rasa manis.

6. Perhatikan kelancaran buang air kecil dan buang air besarnya 
Bayi kucing yang baru lahir masih belum lancar bak dan babnya sehingga masih harus dirangsang. Induk kucing biasanya melakukannya dengan cara menjilati anus atau saluran kecing anaknya. Namun bila bayi kucing tidak didampingi induknya maka anda dapat membantu dengan mengusap anus atau saluran kencingnya dengan kapas atau tisu basah. Hal ini juga sangat membantu memberikan kenyamanan kucing yang notabene merupakan hewan yang suka bersih.
7. Timbang berat badan bayi kucing setiap hari selama 2 bulan pertama
Hal ini dilakukan untuk mewaspadai peningkatan atau penurunan berat badan bayi kucing yang berlebihan. Normalnya bayi kucing mengalami penambahan berat badan 10 gram setiap hari. Lebih dari itu dikhawatirkan bayi kucing mengalami kelebihan berat badan atau malah penurunan berat badan. Sebaliknya, apabila kurang dari 10 gram, harus diperhatikan pula apakah proses menyusui sang induk normal atau tidak. Apabila prosesnya normal, namun si bayi tetap kurus, berikan nutrisi kepada bayi kucing untuk menambah nafsu makan bagi bayi kucing tersebut.

8. Pastikan bayi kucing mendapat asupan susu yang cukup
Apakah dari induknya secara langsung, dari induk pengganti, atau dengan membuatkan susu pengganti yang dapat anda beli di petshop. Pilih susu yang rendah laktosa dengan aturan 7 kali dalam sehari sebanyak 2-4 ml dalam minggu pertama. Pada minggu kedua 6 kali sehari sebanyak 5-10 ml.
9. Bersihkan mata bayi kucing secara rutin
Ketika matanya sudah terbuka yaitu pada usia sekitar 2 minggu rutinlah membersihkan mata bayi kucing setiap hari agar matanya bersih. Anda dapat menggunakan air hangat atau air otsu untuk membersihkannya.

10. Jaga kebersihan kandangnya
Hal ini penting dilakukan agar bayi kucing terhindar dari kuman penyakit. Sebaiknya anda juga menggunakan sensipads/perlak/underpads sebagai alas kandang. Ini digunakan sebagai alas bayi kucing agar ia selalu kering karena bayi kucing yang baru lahir belum bisa buang air kecil di pasir seperti kucing dewasa.
11. Jangan gunakan salep pada tubuh bayi kucing yang sudah berusia 3 minggu ke atas
Pada usia 3 minggu ke atas bayi kucing sudah mulai tumbuh gigi dan pandai melakukan beberapa hal seperti menjilati tubuhnya dan buang air kecil dan besar sendiri. Untuk itu jangan gunakan salep apapun pada tubuhnya karena khawatir ia bisa keracunan ketika menjilati tubuhnya.

12. Berikan susu tambahan
Ketika bayi kucing sudah semakin besar dan lincah bermain kebutuhan makan dan nutrisinya tentu semakin bertambah sementara produksi air susu ibunya sudah mulai berkurang sehingga anda dapat memberikannya susu tambahan 5 kali dalam sehari sebanyak 10-15 ml setiap kali diberikan.
13. Jangan memberikan susu sapi pada bayi kucing
Ingatlah untuk selalu memberikan susu khusus untuk kucing yang dibeli di petshop untuk bayi kucing peliharaan anda dan jangan sekali-sekali memberinya susu sapi. Pencernaan bayi kucing tidak cocok dan sulit mencerna susu sapi sehingga dapat membuatnya sakit.

14. Jangan dimandikan sebelum usianya 9 minggu
Meskipun kebersihan bayi kucing harus dijaga agar ia sehat dan terhindar dari penyakit namun anda belum boleh memandikannya hingga usianya 9 minggu. Jika tidak maka si induk bisa mengabaikannya yang tentu kurang baik bagi perkembangan bayi kucing.
15. Berikan makanan tambahan
Pada usia 4 minggu bayi kucing sudah semakin besar dan aktif, ia sudah mulai memanjat-manjat sehingga kebutuhan makannya juga perlu ditambah. Anda sudah dapat memberikannya makanan tambahan disamping susu yang khusus untuk anak kucing yang dapat dengan mudah ditemukan di petshop.

16. Ajarkan ia buang air kecil dan besar
Sunggguh menyebalkan melihat kotoran kucing yang bertebaran di dalam rumah. Agar hal ini tidak terjadi anda harus mulai mengajari bayi kucing untuk buang air di pasir seperti yang biasa dilakukan kucing dewasa. Caranya dengan menaruhnya di bak berisi pasir setelah makan. Setelah ia selesai pup dan membersihkan diri maka pindahkan ia dari bak tersebut.
17. Jika terlihat ada ganggguan kesehatan segera hubungi dokter hewan
Bayi kucing rentan terserang penyakit dan berujung pada kematian bila tidak ditangani lebih lanjut. Untuk itu bila anda melihat tandan-tanda gangguan kesehatan pada bayi kucing segera hubungi dokter hewan untuk mendapat perawatan.

18. Jauhkan bayi kucing dari jangkauan anak-anak
Bayi kucing yang masih berusia dibawah 6 minggu sebaiknya dijauhkan dulu dari jangkauan anak-anak karena ia masih sangat sensitif. Anak-anak biasanya masih sulit mengendalikan cengkraman sehingga dikhawatirkan bayi kucing mengalami cedera. Apalagi ada sebagian anak-anak yang suka sekali melempar bayi kucing. Ini bisa menyebabkan bayi kucing cedera.
19. Jaga kesehatan induknya
Jangan lupa pula untuk menjaga kesehatan induk kucing karena si induk harus memulihkan dirinya paska melahirkan serta menyusui anaknya. Jangan sampai si induk terserang penyakit sehingga menular pada anaknya serta membuat ia tidak bisa menyusui anaknya dengan baik.

20. Bawa ke dokter hewan secara berkala
Secara berkala sebaiknya anda membawa bayi kucing ke dokter hewan untuk diberikan vaksin atau diperiksakan kesehatannya sehingga bayi kucing terlindungi dari infeksi berbagai virus penyakit dan dapat diberikan penanganan segera jika ada hal yang serius. Karena tidak sedikit bayi kucing yang mati dan tidak mampu bertahan hidup karena terserang penyakit.
Read full post »
 

Copyright © 2012 SEMUA TENTANG KUCING Design by George Robinson | Blogger Theme by BTDesigner Published..Blogger Templates | Proudly powered by Blogger